SUMUTPEDIA.COM, Medan— Bendahara Umum Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam (BADKO HMI) Sumatera Utara (Sumut), Fikri Ihsan Hasri Rangkuti, meminta Manajemen Danantara Indonesia untuk tidak menutup mata terhadap berbagai persoalan yang selama ini mencuat di tubuh PT Industri Nabati Lestari (INL).
Permintaan tersebut disampaikan menyusul kunjungan Managing Director Danantara Indonesia ke kawasan proyek hilirisasi PT INL di Sei Mangkei yang dipublikasikan sebagai bagian dari upaya percepatan hilirisasi industri dan pengembangan energi terbarukan.
Menurut Fikri, investasi dan kerja sama strategis memang penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Namun, seluruh proses tersebut harus dibangun di atas fondasi tata kelola perusahaan yang bersih, transparan, dan bebas dari praktik nepotisme maupun penyalahgunaan kewenangan.
“Kami tidak menolak program hilirisasi dan investasi. Namun Danantara harus mempertimbangkan secara serius berbagai persoalan yang berkembang di PT INL. Jangan sampai proyek strategis nasional justru dibangun di atas tata kelola yang masih menyisakan banyak pertanyaan publik,” kata Fikri Ihsan Hasri Rangkuti dalam keterangan tertulis, Senin (15/06/2026).
BADKO HMI Sumut menilai berbagai dugaan nepotisme, ketidakprofesionalan dalam pengelolaan perusahaan, serta sejumlah persoalan yang menjadi sorotan publik perlu mendapatkan perhatian khusus sebelum kerja sama dan pengembangan proyek diperluas.
Fikri menegaskan, Danantara sebagai lembaga yang membawa misi penguatan investasi nasional harus menerapkan prinsip kehati-hatian (prudential principle) dalam menentukan mitra strategis. Evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola perusahaan menjadi langkah penting guna memastikan investasi yang masuk benar-benar memberikan manfaat bagi negara dan masyarakat.
“Kami meminta Danantara melakukan due diligence secara menyeluruh, termasuk meninjau aspek tata kelola, transparansi, akuntabilitas, serta berbagai dugaan praktik nepotisme yang selama ini menjadi pembicaraan publik. Jangan sampai citra Danantara ikut tercoreng karena bermitra dengan perusahaan yang masih menyimpan banyak persoalan internal,” tegasnya.
BADKO HMI Sumut juga mendesak PTPN Group sebagai pemegang kendali untuk melakukan evaluasi total terhadap manajemen PT INL. Langkah pembenahan internal dinilai menjadi syarat utama agar proyek hilirisasi yang digadang-gadang sebagai masa depan industri sawit nasional dapat berjalan secara profesional dan berintegritas.
“Kami mendukung pembangunan industri nasional, tetapi pembangunan yang sehat harus diawali dengan keberanian membersihkan praktik-praktik yang mencederai prinsip profesionalisme dan keadilan. Danantara harus memastikan bahwa setiap kerja sama yang dibangun benar-benar bersama institusi yang bersih dan kredibel,” kaga Fikri. (AjS).

























